Shimoneta to Iu Gainen ga Sonzai Shinai Taikutsu na Sekai
Masdesu – Halo hai, sob! Kali ini saya akan me-review satu lagi anime yang menurut saya sangat menarik. Ya, anime ini berjudul Shimoneta to Iu Gainen ga Sonzai Shinai Taikutsu na Sekai. Ingin tahu lebih jauh tentang anime ini? Yuk, lanjut baca.Seperti biasanya, sebelum masuk ke sesi review, silahkan kalian baca sedikit informasi mengenai anime yang satu ini di bawah ini.
Title: Shimoneta to Iu Gainen ga Sonzai Shinai Taikutsu na Sekai
Tayang Perdana: 4 Juli 2015
Episode: 12 episode
Status: Tamat
Genre: Comedy, Ecchi, School
Musim: Summer 2015
Producer(s): Frontier Works, Shogakukan Productions, Genco, Starchild Records, AT-X, KlockWorx
Studio: J.C.Staff
Sumber: Light Novel
Rating: 7.53 (8 Januari 2017)
Tayang Perdana: 4 Juli 2015
Episode: 12 episode
Status: Tamat
Genre: Comedy, Ecchi, School
Musim: Summer 2015
Producer(s): Frontier Works, Shogakukan Productions, Genco, Starchild Records, AT-X, KlockWorx
Studio: J.C.Staff
Sumber: Light Novel
Rating: 7.53 (8 Januari 2017)
Dengan diberlakukannya peraturan moral baru yang ketat, Jepang telah menjadi Negara yang bersih dari segala hal cabul dan jorok. Dengan memantau warga menggunakan alat khusus yang digunakan di sekitar leher, pemerintah telah mengambil langkah sangat serius untuk menjamin warganya agar tetap suci.
Di dunia yang menindas seksualitas ini, Okuma Tanukichi (putra seorang teroris tercela yang menolak hukum kesucian) masuk ke SMA dan menawarkan diri untuk membantu OSIS dengan tujuan agar dapat lebih dekat dengan ketua OSIS, yaitu Nishikinomiya Anna yang mana adalah teman masa kecil dan cinta pertanya.
Sedikit demi sedikit Okuma pun mengetahui bahwa sebenarnya Wakil Ketua OSIS, Kajou Ayame mempunyai identitas rahasia sebagai Blue Snow, seorang penjahat bertopeng yang berdedikasi untuk menyebarkan konten-konten cabul ke masyarakat, dan Tanukichi pun dipaksa bergabung dengan Ayame dikarenakan ketenaran ayah Tanukichi di masa lalu.
Segera, Tanukichi di tarik masuk ke dalam organisasi bernama SOX, dimana dia di paksa untuk menyebarkan propaganda mesum, membantu meluncurkan serangan melawan hukum pemerintah yang menindas. Dengan sekolah sebagai target pertama penyerangannya, Tanukichi dituntut untuk melakukan hal-hal gila terutama ketika dia menyadari bahwa target utamanya adalah orang yang paling dia kagumi, Nishikinomiya Anna.
Di dunia yang menindas seksualitas ini, Okuma Tanukichi (putra seorang teroris tercela yang menolak hukum kesucian) masuk ke SMA dan menawarkan diri untuk membantu OSIS dengan tujuan agar dapat lebih dekat dengan ketua OSIS, yaitu Nishikinomiya Anna yang mana adalah teman masa kecil dan cinta pertanya.
Sedikit demi sedikit Okuma pun mengetahui bahwa sebenarnya Wakil Ketua OSIS, Kajou Ayame mempunyai identitas rahasia sebagai Blue Snow, seorang penjahat bertopeng yang berdedikasi untuk menyebarkan konten-konten cabul ke masyarakat, dan Tanukichi pun dipaksa bergabung dengan Ayame dikarenakan ketenaran ayah Tanukichi di masa lalu.
Segera, Tanukichi di tarik masuk ke dalam organisasi bernama SOX, dimana dia di paksa untuk menyebarkan propaganda mesum, membantu meluncurkan serangan melawan hukum pemerintah yang menindas. Dengan sekolah sebagai target pertama penyerangannya, Tanukichi dituntut untuk melakukan hal-hal gila terutama ketika dia menyadari bahwa target utamanya adalah orang yang paling dia kagumi, Nishikinomiya Anna.
- Whom Does Public Order and Morality Serve?
- The Mysteries of Pregnancy
- How to Love Someone
- The Saying Goes… Love Is Justice
- Dirty Terrorism Benefits Whom?
- Handmade Warmth!
- What SOX Created
- The Devil Blows His Own Trumpet
- Do Androids Dream Of Electric Masseurs?
- Masturbation Quest
- Techno Break
- Dirty Jokes Forever
- Kajou Ayame
- Nishikinomiya Anna
- Okuma Tanukichi
- Onigashira Kosuri
- Saotome Otome
- Binkan-chan
- Black Base
- Fuwa Hyouka
- Gouriki Raiki
- Ichinose Takuma
- Kawanishi Kengo
- NIshikinomiya Matsukage
- Nishikinomiya Sophia
- Onigashira Keisuke
- Tsukimigusa Oboro
Storyline – 8
Untuk cerita dari anime ini terbilang unik. Kisah sekelompok pelajar yang memperjuang hak kebebasan mereka untuk dapat berbicara ‘kotor’ sangat menginspirasi sekali. Adegan-adegan yang terjadi dalam anime ini pun terbilang sukses untuk membuat saya (penonton) berkata “what the fuck?” Tak bisa disangkal bahwa anime ini terbilang berbahaya untuk ditonton oleh anak di bawah umur (17 tahun). Jadi tolong di perhatikan, ya?
Untuk cerita dari anime ini terbilang unik. Kisah sekelompok pelajar yang memperjuang hak kebebasan mereka untuk dapat berbicara ‘kotor’ sangat menginspirasi sekali. Adegan-adegan yang terjadi dalam anime ini pun terbilang sukses untuk membuat saya (penonton) berkata “what the fuck?” Tak bisa disangkal bahwa anime ini terbilang berbahaya untuk ditonton oleh anak di bawah umur (17 tahun). Jadi tolong di perhatikan, ya?Sound / Music – 8
Ya, untuk musiknya dan suara menurut saya sudah sangat cocok. Seiyuu-nya pun sangat cocok. Terutama Matsuki Miyu, seiyuu yang mengisi suara Anna-chan. COCOK! Miyu dapat memberikan sensasi luar biasa terutama ketika adegan ‘anonoh’ yang Anna-chan lakukan. Oleh karena itu, secara sederhana saya berikan nilai delapan untuk aspek suara dan musik.
Ya, untuk musiknya dan suara menurut saya sudah sangat cocok. Seiyuu-nya pun sangat cocok. Terutama Matsuki Miyu, seiyuu yang mengisi suara Anna-chan. COCOK! Miyu dapat memberikan sensasi luar biasa terutama ketika adegan ‘anonoh’ yang Anna-chan lakukan. Oleh karena itu, secara sederhana saya berikan nilai delapan untuk aspek suara dan musik.Graphic / Art – 7
Dari segi grafik, anime ini tidak bisa dibilang standar. Grafik yang diberikan, khususnya pada penggambaran objek ‘kotor’ yang cukup detil menjadi nilai tambah tersendiri untuk anime yang satu ini. Namun, secara keseluruhan saya belum bisa memberikan nilai ‘mengagumkan’ pada anime ini. Untuk beberapa alasan, saya hanya memberikan nilai tujuh untuk aspek grafik dan art dari anime ini.
Dari segi grafik, anime ini tidak bisa dibilang standar. Grafik yang diberikan, khususnya pada penggambaran objek ‘kotor’ yang cukup detil menjadi nilai tambah tersendiri untuk anime yang satu ini. Namun, secara keseluruhan saya belum bisa memberikan nilai ‘mengagumkan’ pada anime ini. Untuk beberapa alasan, saya hanya memberikan nilai tujuh untuk aspek grafik dan art dari anime ini.Character – 8
Untuk karakternya, jujur sosok Anna-senpai sukses berhasil membuat saya terpukau dan memberi jempol untuk karakter yang satu ini. Selain itu, sosok lainnya juga begitu unik. Si teroris Ayame-chan menjadi sosok yang sangat proaktif dalam anime ini. Semua karakter yang terlibat dalam anime ini bisa dibilang memberi efek tersendiri terhadap anime ini sehingga anime ini terasa sangat hidup. Oleh karena itu, secara pribadi saya memberikan nilai delapan untuk aspek yang satu ini.
Untuk karakternya, jujur sosok Anna-senpai sukses berhasil membuat saya terpukau dan memberi jempol untuk karakter yang satu ini. Selain itu, sosok lainnya juga begitu unik. Si teroris Ayame-chan menjadi sosok yang sangat proaktif dalam anime ini. Semua karakter yang terlibat dalam anime ini bisa dibilang memberi efek tersendiri terhadap anime ini sehingga anime ini terasa sangat hidup. Oleh karena itu, secara pribadi saya memberikan nilai delapan untuk aspek yang satu ini.Overall – 7.75

Secara keseluruhan anime ini dapat dibilang menarik untuk ditonton dan dinikmati. Namun, berhubung unsur Ecchi yang disajikan dalam anime ini terlalu ‘keras’, maka bagi kalian yang ingin menonton, pastikan bahwa adik kalian tidak ada di sekitar. Tidak terkecuali untuk adik yang sudah faham tentang yang ‘begituan’. Cerita yang disajikan juga cukup menghibur sehingga anime ini bisa dibilang bagus untuk dijadikan tontonan untuk mengisi waktu luang kalian.

Anime ini seakan-akan ingin menunjukkan betapa pentingnya freedom of speech yang kian hari kian hilang terkubur oleh hukum yang mengekang. Entah apakah anime ini punya maksud kesana atau tidak. Yang jelas, salah satu hal yang saya pelajari dari anime ini adalah:
Pemerintah mungkin punya hak untuk mengatur rakyat, namun tak berarti merenggut kebebasan rakyat, termasuk kebebasan berpendapat, bersuara dan memilih apa yang rakyat inginkan.Pernah saya mendengar komentar seperti ini,
Anime ini bertentangan dengan agama kita, bla…bla…bla…Saya tidak bisa menyalahkan hal tersebut. Namun, seperti halnya yang saya sering jelaskan, ambil positifnya, buang jeleknya. Setiap hal yang ada di dunia ini seperti dua sisi koin. Jika ada negatifnya, pasti ada positifnya. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang bijak, dalam menanggapi hal ini.
Terlepas dari itu semua, artikel ini adalah pendapat perseorangan yang mungkin tidak sesuai dengan pemikiran kalian. Jadi, apabila kalian punya pendapat yang berbeda tentang anime ini, silahkan sampaikan melalui kolom komentar dan mari kita diskusikan bersama.
Last but not least, saya ingin menutup artikel ini dengan sebuah ungkapan yang mungkin berhubungan dengan anime ini.
Punya pikiran ngeres bukanlah kejahatan, melainkan sifat alamiah manusia. Pengaplikasian dari pikiran itulah yang jahat. – Masdesu, 2017
Referensi https://myanimelist.net/anime/29786/Shimoneta_to_Iu_Gainen_ga_Sonzai_Shinai_Taikutsu_na_Sekai
Vidio diambil dari https://www.youtube.com/

